jump to navigation

KRISTOLOGI Juli 3, 2007

Posted by pakenos in Uncategorized.
add a comment

Lima Hal yang Dicapai oleh Kematian Kristus

1. Mendamaikan (Kolose 1:22) 

a. Hal-hal yang menyebabkan murka Allah atas kita:

Percabulan, hawa nafsu, najis, nafsu jahat, serakah, penyembahan berhala (Kol. 3:6)

b. Bentuk murka Allah masa kini:

  • Menyerahkan kepada keinginan hati yang cemar (Roma 1:24)
  • Menyerahkan kepada hawa nafsu yang memalukan (Roma 1:26)
  • Menyerahkan kepada pikiran yang terkutuk (Roma 1:28)

c. Bentuk murka Allah masa akan datang:

Mencurahkan tujuh murka Allah (Wahyu 16:1-19:1).

Melemparkan manusia sayang berdosa ke neraka (Yesaya 66:24; Yohanes 3:36)

d. Kristus dengan kematianNya mendamaikan manusia dengan Allah (Efesus                     2:14-16), melenyapkan perseteruan, membatalkan tuntutan hukum Taurat                        (Roma 4:15; 1Yohanes 2:2; 4:10).

2. Mengampuni Dosa

a. Semua pelanggaran (Kolose 2:13b)

b. Surat hutang (Kolose 2:14)

c. Sejauh barat dari timur (Mazmur 103:12)

d. Dengan mengaku dan bertobat kita mendapat pengampunan (1 Yohanes 1:9; Kisah         Para Rasul 2:38)

 3. Membenarkan (Roma 4:25)

Karena iman orang percaya diberi kebenaran Kristus menjadi miliknya (Roma 3:22;         4:16; Yohanes 4:24)

Hasilnya:  damai dengan Allah (Roma 5)

4. Menebus

Membeli kembali melalui kematian Kristus (Kisah Para Rasul 20:28)

a. Ditebus dari kutuk Taurat (Galatia 3:13; Roma 7:14)

b. Ditebus dari kuasa dosa (Roma 6:14)

c. Ditebus dari kuasa iblis (2 Timotius 2:26)

d. Ditebus dari kuasa tabiat lama (Titus 2:14)

5. Menguduskan (Kolose 1:22)

Membersihkan hati nurani dari segala dosa (Ibrani 9:14; Roma 8:30)

INJIL DAN KEBUDAYAAN Juni 14, 2007

Posted by pakenos in Uncategorized.
2 comments

Pendahuluan

Hubungan Injil dan Kebudayaan merupakan persoalan yang sangat pelik dalam dunia Misiologi. H. Richard Miebuhr, Teolog Amerika Serikat menyatakan paling kurang ada lima (5) sikap yang timbul dalam interaksi Injil dan Kebudayaan.

1. Injil bertentangan dengan kebudayaan.  Misionaris, orang Kristen dalam masyarakat         penerima Injil disuruh/diminta untuk membuang nilai-nilai kebudayaan sukunya,             bangsanya, dan menegakkan nilai-nilai Injil Kristus atau nilai-nilai budaya asal                 Misionaris tersebut.  Dampaknya agama Kristen dinilai sesuatu yang datang dari luar     kebudayaannya (asing) yang harus dilawan sebab bertentangan dengan budaya                 setempat.

2. Injil adalah sesuatu yang sesuai dengan kebudayaan setempat.  Dalam masyarakat ini     Injil disambut sebagai sesuatu yang baik, yang lebih unggul, sesuatu yang dibutuhkan     untuk menyempurnakan nilai-nilai budaya yang belum sempurna.  Injil dipandang             sebagai suatu jawaban yang tepat bagi keutuhan nilai-nilai budaya setempat.

3. Injil dilihat sebagai sesuatu yang mengatasi kebudayaan setempat.  Injil memiliki                 nilai-nilai yang lebih unggul dari kebudayaan setempat, suatu nilai yang sangat                     dibutuhkan untuk mengganti nilai setempat.  Contoh:  budaya naik kuda dari satu             tempat ke tempat yang lain diganti dengan budaya naik sepeda motor.  Budaya makan     nasi dengan tangan diganti dengan budaya makan nasi dengan sendok/garpu/sumpit.

4. Injil dipandang sejajar dengan kebudayaan.  Masing-masing memiliki wewenang yang         mantap.  Di sini sering ada bentrokan nilai.

5. Injil adalah sesuatu yang mengubah kebudayaan.  Kebudayaan suku yang menerima         Injil harus diubah dengan kuasa Injil Kristus.  Kebudayaan harus memuliakan Allah.  Di     sini kebudayaan dilihat sebagai sesuatu yang bertentangan dengan Injil.

Apa yang dikatakan diatas adalah fakta lapangan di dunia Misiologi.  Interaksi Injil di Indonesia sangat beragam:

a. Kadang-kadang Injil dikonfrontasikan dengan kebudayaan  setempat,  khususnya             waktu Injil dibawa oleh Misionaris-Misionaris Barat.

b. Adakalanya Injil disesuaikan dengan nilai-nilai kebudayaan yang ada atau nilai-nilai             kebudayaan yang berlawanan dengan Injil dibiarkan tetap eksis dalam kehidupan             masyarakat Kristen seperti budaya memakamkan orang yang sudah meninggal.

c. Sering juga Injil disambut dengan gembira oleh sekelompok masyarakat karena                 membawa nilai-nilai yang baik.

d. Di tempat-tempat tertentu Injil dan Kebudayaan dibiarkan sama-sama berkuasa.

Pada masa ini, dunia Misi menetapkan suatu konsep Kontekstualisasi sebagai suatu strategi Penginjilan di mana nilai-nilai budaya setempat tetap diakui memiliki wewenang atau nilai yang sama dengan Injil.  Hal ini dibuat agar konfrontasi terhadap budaya setempat dapat dihindari.  Semoga kita diberi hikmat oleh Tuhan.

NASEHAT RASUL PETRUS Juni 14, 2007

Posted by pakenos in Uncategorized.
add a comment

I. Intro: Rasul Petrus sudah tua, tidak lama lagi akan mati. Tapi dia tetap memberikan semangat, memberikan nasehat rohani kepada jemaat-jemaat Tuhan (2 Petrus 1:12-15). Inilah beberapa nasehatnya yang terdapat dalam suratnya yang kedua, yaitu:

II. Orang Kristen yang benar, ciri-cirinya:

1. Mengerti panggilan Tuhan (1:3)

2. Memiliki sifat-sifat ilahi (1:4)

3. Memiliki janji-janji yang besar (1:4)

4. Memiliki pertumbuhan iman (1:5-8)

a. Iman e. Ketekunan

b. Kebajikan f. Kesalehan

c. Pengetahuan g. Kasih

d. Penguasaan Diri

5. Memiliki keyakinan Yesus Kristus itu Tuhan dan Juruselamatnya (1:16-17)

6. Mempercayai dan membaca Kitab Suci (1:19-21)

7. Mempercayai bahwa Kristus pasti datang (3:9)

8. Mempercayai bahwa kiamat pasti terjadi (3:10-12)

9. Mempercayai akan ada langit dan bumi baru (3:13)

10. Menantikan Tuhan dengan hidup kudus (3:11,14)

11. Tidak sesat dalam menantikan Tuhan (3:17-18), sebab ada dua golongan penanti kedatangan Kristus: pertama menolak (3:3-8), kedua percaya (3:8-14)

III. Orang Kristen yang palsu, cici-cirinya:

1. Hidupnya masih dikuasai hawa nafsu (2:2,10)

2. Penuh dengan serakah (2:3)

3. Suka menghujat (2:10b,12)

4. Suka berfoya-foya (2:13)

5. Matanya penuh nafsu zinah (2:14)

6. Tidak pernah jemu berbuat dosa (2:14)

7. Suka menggoda orang untuk melakukan kejahatan (2:14)

8. Sudah terlatih dalam keserakahan (2:14c)

9. Meninggalkan jalan yang benar (2:15)

10. Perkataannya congkak (2:18)

11. Ada janji tapi tak pernah dipenuhi/gombal (2:19)

12. Suka terlibat dalam kecemaran dunia (2:20)

About Our Ministries Februari 27, 2007

Posted by pakenos in Uncategorized.
add a comment

Kuasa Injil Kristus – Roma 1:16 Februari 6, 2007

Posted by pakenos in Uncategorized.
add a comment

1. Definisi Injil (1 Korintus 15:1-3)

2. Unsur-Unsur Injil

    a. Berita tentang Allah yang hidup (Kis. 17:30; Yoh. 4:24; Maz. 50:13)

    b. Berita tentang Yesus Kristus (Yes. 53:1; 1 Petrus 2:24)

    c. Berita tentang dosa (Mar. 36:2)

    d. Berita tentang iman (Roma 10:17)

    e. Berita tentang pertobatan (Kis. 2:38)

    f. Berita tentang lahir baru (Tit. 3:5; 2 Kor. 5:13)

    g. Berita tentang keselamatan (Ef. 2:8)

3. Kuasa Injil:

    a. Menyatakan dosa (Ibr. 4:12)

    b. Mematikan dosa (Gal. 6:14)

    c. Memberi hidup kekal (Yoh. 3:16)

    d. Membaharui (Why. 21:5)

4. Hidup sesuai dengan Injil (Fil. 1:27)

oleh Pdt. NYOMAN ENOS, MA

MISI BERBASIS RUMAH TANGGA Januari 26, 2007

Posted by pakenos in Uncategorized.
add a comment

1. Pencurahan Roh Kudus

    Murid-murid dipenuhi Roh Kudus bukan di Bait Allah tapi di rumah tempat mereka menumpang di Kota Yerusalem (Kis. 2:2; 1:13).

2. Pemilihan Rasul

    Matias menjadi Rasul dipilih di rumah Maria (Kis.1:13-26).

3. Kebaktian Doa

    Kebaktian-kebaktian Doa diadakan di rumah Maria (Kis. 12:12).

4. Sakramen Perjamuan Kudus

    Upacara Perjamuan Kudus diadakan di rumah-rumah jemaat (Kis. 2:46).

5. Pengajaran-Pengajaran Rasul-Rasul/Kebaktian

    Rasul-Rasul memberi pengajaran, khotbah-khotbah Firman Tuhan di rumah-rumah jemaat (Kis. 2:42).

6. Bimbingan

    Ananias membimbing, mengajar Paulus di rumah Yudas, di jalan Lurus No … di Damsyik (Kis. 9:11,17).

7. Penginjilan di Yope

    Petrus memakai rumah Simon sebagai pusat PI di Yope (Kis. 10:5,6).

8. Penglihatan-Penglihatan dan Doa

    Petrus berdoa dan mendapat penglihatan-penglihatan di rumah Simon di Yope (Kis. 10:9-20).

9. Kornelius Percaya

    Petrus berkhotbah dan mengajar di rumah Kornelius di Kaisaria            (Kis. 10:22-48).

10. Filipus di Kaisaria

    Filipus menjadikan rumahnya pusat penginjilan bagi orang-orang di Kaisaria (Kis. 21:8-14).

11. Rumah Sewaan Paulus di kota Roma

    Paulus memakai rumah sewaan untuk memberitakan Kerajaan Allah, mengajar tentang Yesus Kristus (Kis. 28:30).

12. Rumah Pusat Penginjilan

    Yesus memerintahkan murid-murid-Nya untuk memasuki sebuah rumah dan tinggal di situ (Luk. 10:5-9).

13. Ibadat-Ibadat Kristen di rumah-rumah disebut jemaat rumah.

    Di rumah Priskila dan Akwila (Roma 16:3,5) -> jemaat rumah.

    Di rumah Gayus (Roma 16:23).

    Di rumah Nimfa (Kolose 4:15).

    Di rumah Filemon (Filemon 1:2).

14. Rumah-rumah Tangga Kristen berfungsi sebagai pusat Misi Kerajaan Allah dan tempat memuja Tuhan.  Tatalah Rumah Tangga anda menjadi rumah tempat berdoa bagi seluruh bangsa (Markus 11:17).

Selamat Tahun Baru 2007 Januari 2, 2007

Posted by pakenos in Uncategorized.
add a comment

PROFIL SEORANG MISIONARIS

Misionaris yang bagaimanakah yang kita perlukan untuk menjangkau orang yang belum mendengar Injil?  Orang yang bagaimana yang harus mereka miliki untuk pelayanan Misi Lintas Budaya?  Dibawah ini akan dipaparkan prinsip-prinsip dasar profiling yang harus dimiliki seorang Misionaris seperti:  kedewasaan rohani, kepribadian yang matang, keluarga yang sehat, emosi, kesehatan fisik, kemampuan memelihara hubungan (relasi), pengetahuan Alkitab dan Theologia, kemampuan dalam pelayanan, keahlian mengenai Misi Lintas Budaya, keahlian praktis, adalah dasar-dasar kemampuan seorang Misionaris yang harus dimiliki.

I.  KEDEWASAAN ROHANI

    1. Kesalehan:  mempunyai hati untuk Tuhan, memelihara kesucian hidup, penyangkalan     diri, bertumbuh dalam kesetiaan dan ketaatan dan juga ibadahnya.

    2. Disiplin secara rohani/taat:  sungguh-sungguh dalam kehidupan yang sederhana, rendah hati dan dapat diajar/dibentuk.

    3. Mempunyai hati terhadap orang-orang yang terhilang dan bersukacita bagi mereka yang diselamatkan.

    4. Kehidupan dan pelayanannya dipimpin oleh Roh Kudus bahkan hidupnya telah dibersihkan dan dikuasaiNya.

    5. Kehambaannya:  menjadi hamba Tuhan, gereja, dan umatNya.

    6. Siap mempertaruhkan nyawanya bagi Kristus (Kis. 15:25-26)

II. INTEGRITAS ATAU KEPRIBADIANNYA

    1. Layak dipercaya:  dapat dipercaya dalam hal-hal yang kecil maupun yang besar.

    2. Memelihara kehidupan moral yang tinggi/luhur.

    3. Mempunyai reputasi yang baik di gereja maupun dalam masyarakat.

    4. Bertumbuh dalam iman.

III. KELUARGA (Jikalau sudah menikah)

    1. Kehidupan pernikahan sehat.

    2. Pengaturan keluarga dan rumah tangga berdasarkan pola pengajaran yang Alkitabiah (termasuk memelihara atau memperhatikan ayah/ibu atau kakek/nenek jika perlu).

    3. Memberi perhatian khusus terhadap pendidikan anak-anaknya (anak misionaris / misionaris kids).

IV. EMOSI/KESEHATAN FISIK

    1. Kemampuan untuk mengatasi rasa tertekan dan kesepian.

    2. Menjaga keseimbangan antara diet, tidur, olah raga.  Melatih kebiasaan makan yang teratur.

    3. Mempunyai sifat humor yang sehat.

    4. Mempunyai rasa percaya diri yang baik.

    5. Mengerti hal-hal kesehatan/kebersihan dan menggunakan obat-obatan untuk menjaga kesehatannya.

V. KEAHLIAN MEMBINA RELASI

    1. Mempunyai keahlian-keahlian dasar komunikasi.

    2. Memelihara relasi dan komunikasi baik dengan rumah/gereja tempat asal maupun dengan gereja setempat/tempat melayani.

    3. Tahu membangun hubungan kerjasama dengan gereja-gereja lain dan pemimpin-pemimpin lembaga-lembaga misi.

    4. Memelihara hubungan yang baik dengan sesama Misionaris dan gereja-gereja setempat maupun juga dengan pemimpin-pemimpin pemerintah setempat.

    5. Mampu mengatasi masalah-masalah pribadi.

    6. Dapat hidup bersama dengan kelompok atau team dengan baik.  Bekerja dengan baik dalam satu team.

    7. Membina relasi yang kuat antara diri sendiri dengan gereja atau badan misi yang mengutusnya.

VI. PENGUASAAN ATAS ALKITAB DAN THEOLOGIA

    1. Mau belajar seumur hidup.

    2. Mempunyai dasar-dasar pengetahuan Alkitab yang kuat yang nampak dalam identitas rohani dan imannya.  Mengerti apa yang dia percayai.

    3. Mengerti kebenaran-kebenaran Alkitab dan aplikasi-aplikasinya.

    4. Setia kepada dasar pengertian tentang gereja yang Alkitabiah dan mengerti tentang gereja yang Alkitabiah dan mengerti tentang ilmu gereja yang sehat.

    5. Dapat menjawab pertanyaan agama-agama dominan di Asia dan mengevaluasi secara Alkitabiah.

VII. KEMAMPUAN DALAM MELAYANI

    1. Disiplin dan dapat diperhitungkan / bertanggungjawab.

    2. Memuridkan, mengajar, dan melatih pemimpin-pemimpin nasional.

    3. Menanamkan dan memelihara gereja-gereja nasional/setempat.

    4. Melatih dan membimbing pemimpin-pemimpin gereja.

    5. Mempunyai kemampuan meneliti tentang orang-orang yang akan dijangkau.

    6. Bertumbuh terhadap pengertian dasar yang Alkitabiah tentang pelayanan terhadap orang miskin dan urbanisasi.

    7. Dapat menformulasi strategi misi dan pelayanan.  Dapat membuat perencanaan itu dengan baik.

    8. Jika perlu terlibat dalam peperangan rohani dan pelayanan terhadap kuasa-kuasa gelap.

VIII. KEMAMPUAN PELAYANAN LINTAS BUDAYA

    1. Pengertiannya akan misi secara Alkitabiah bertumbuh.  Mempunyai pengertian secara meluas tentang Sejarah Misi.

    2. Mengerti akan pelayanan urbanisasi.  Sensitif terhadap pelayanan misi yang menyeluruh (holistik).

    3. Dapat mengatasi tekanan kebudayaan yang berbeda.

    4. Mengasihi dan setia terhhadap orang-orang yang akan dicapai.  Sungguh-sungguh belajar tentang bahasa dan kebudayaan mereka.

    5. Mengerti keadaan / situasi negara tersebut saat ini dan juga mengerti sejarah, politik, dan ekonomi negara tersebut.

    6. Sensitif terhadap kebudayaan mereka dan mudah menyesuaikan diri.  Dapat  bereaksi dengan baik dan penuh pengertian.

    7. Mempunyai kerinduan yang dalam untuk penginjilan lintas budaya.

    8. Mengerti dan dapat berkomunikasi lintas budaya dengan baik.

IX. KEMAMPUAN-KEMAMPUAN PRAKTIS

    1. Tahu bagaimana ‘bertumbuh, bangkit dan memperbaiki’.

    2. Tahu bagaimana melakukan pekerjaan-pekerjaan didalam rumah.

    3. Tahu bagaimana mengoperasikan alat-alat yang digunakan dalam pelayanan.

    4. Mempunyai pengetahuan tentang pertolongan pertama dan kesehatan masyarakat.

    5. Mempunayi pengetahuan tentang bagaimana keselamatan pribadi.

    6. Tahu bagaimana menggunakan teknologi komputer.

Terima Kasih,

Dari Pak Enos

Nasehat Pastoral dan Penginjilan dalam Kitab Timotius November 15, 2006

Posted by pakenos in Uncategorized.
add a comment

A. PENGANTAR

Timotius adalah seorang Yunani, ibunya seorang Yahudi tapi bapanya seorang Yunani (Kisah 16:1-6).  Neneknya Lois dan ibunya Eunike adalah orang-orang Kristen yang memiliki iman yang teguh sehingga Timotius juga memiliki iman yang sangat teguh (2 Tim. 1:5).  Timotius muda ditugaskan menjadi Gembala Sidang di Efesus (1 Tim. 1:3).  Paulus melalui surat 1 dan 2 Timotius memberi nasehat-nasehat tentang Penginjilan dan Pengembalaan.

B. SYARAT SEORANG GEMBALA SIDANG/PENGINJIL

  1. Memiliki Iman yang teguh (2 Tim. 1:5).

  2. Memiliki karunia Gembala (1 Tim. 1:6; Efesus 4:11)

  3. Memiliki karunia Penginjilan.

  4. Memiliki karunia mengajar (doktrin-doktrin Kristen).

  5. Menguasai Kitab Suci dari kecil (2 Tim. 3:15).

  6. Mengucapkan Ikrar/Janji yang baik (1 Tim. 6:12).

C. TUJUAN DARIPADA PENGEMBALAAN

  1. Memimpin orang-orang Kristen kepada kesatuan iman       (Efesus 4:13).

  2. Memimpin orang-orang Kristen mengerti dengan benar     siapakah Anak Allah itu (Efesus 4:13).

  3. Memimpin orang-orang Kristen mencapai kedewasaan dan pertumbuhan iman (Efesus 4:13).

  4. Memimpin orang-orang Kristen untuk teguh berpegang kepada kebenaran (Efesus 4:15).

D.TUGAS TIMOTIUS SEBAGAI GEMBALA SIDANG DAN PENGINJIL

  1. Menangkal ajaran sesat (1 Tim. 1:4).  Ajaran sesat antara lain:

    a. Ajaran Yudaisme (1 Tim. 1:7-11).

    b. Ajaran Filsafat Yunani (Kolose 3:8).

    c. Ajaran setan-setan (1 Tim. 4:1).

    cat:  Ajaran sesat inilah yang bertentangan dengan ajaran sehat yaitu Injil Allah (1 Tim. 1:11).

  2. Mengabarkan Injil (1 Tim. 1:18).

  3. Membuat persekutuan doa (1 Tim. 2:7).

  4. Membuat persekutuan khusus bagi kaum pria (1 Tim. 2:8).

  5. Bimbingan pastoral buat para wanita (1 Tim. 2:8-15)

  6. Memilih Majelis Gereja yang memenuhi persyaratan-persyaratan Tuhan (1 Tim. 3:1-7).

  7. Memilih pembantu-pembantu Majelis yang memenuhi persyaratan-persyaratan Tuhan (1 Tim. 3:8-13).

  8. Menasehati orang tua dan orang muda dengan lembut (1 Tim. 5:1-2).

  9. Menertibkan janda-janda (1 Tim. 5:3-16). 

  10. Memberi penghargaan kepada Majelis yang bekerja keras (1 Tim. 5:17-18).

  11. Menjaga kekudusan hidup (1 Tim. 5:22).

  12. Menjaga kesehatan tubuh (1 Tim. 5:22).

  13. Mengajarkan konsep-konsep kebenaran dengan tekun (1 Tim. 6:2).

  14. Mengajarkan kepada jemaat tentang kondisi manusia di waktu kemudian (1 Tim. 4:1-6)

Demikian nasehat Paulus kepada seorang Penginjil dan Gembala.

Nusa Dua, 15 Nopember 2006

Departemen Misi GKII

Ketua

Pendeta Nyoman Enos, MA

   

Transformation Oktober 14, 2006

Posted by pakenos in Uncategorized.
1 comment so far

Transformasi dunia

Sekali Lagi! Oktober 8, 2006

Posted by pakenos in Uncategorized.
add a comment

Mari kita coba lagi!

Larry, Mitra Gereja

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.